SDGs Talks UNDIP Bahas Ketimpangan Pembangunan Bersama Prof. Indah Susilowati

Semarang, 19 Januari 2026 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) kembali berkontribusi aktif dalam penguatan isu pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi dosen dalam program SDGs Talks yang diselenggarakan oleh SDGs Center Universitas Diponegoro.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., PhD, dosen FEB UNDIP, sebagai narasumber utama dengan tema “Dinamika Ketimpangan Pembangunan dan Disparitas Wilayah dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan.” Diskusi ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Ruang Audio Visual FISIP UNDIP, dan dikemas dalam format dialog singkat dan inspiratif.

Dalam paparannya, Prof. Indah menekankan bahwa ketimpangan pembangunan antardaerah masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Perbedaan akses terhadap infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, serta peluang ekonomi menjadi faktor utama yang memperlebar kesenjangan wilayah. Menurut beliau, upaya pengurangan ketimpangan harus menjadi agenda prioritas dalam kebijakan pembangunan nasional karena berkontribusi langsung terhadap pencapaian SDGs 10: Reduced Inequalities.

“Pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi harus memastikan bahwa manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh wilayah dan kelompok masyarakat,” ungkap Prof. Indah dalam sesi diskusi.

Kegiatan ini juga melibatkan tim SDGs Center UNDIP dan sejumlah dosen muda serta perwakilan mahasiswa yang turut berdiskusi aktif. Suasana dialog berlangsung interaktif, dengan pembahasan yang mengaitkan teori ekonomi pembangunan, kondisi empiris di Indonesia, serta peran perguruan tinggi dalam mendorong kebijakan berbasis keadilan sosial.

Partisipasi FEB UNDIP dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen jurusan ekonomi untuk terus terlibat dalam isu-isu strategis nasional dan global, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat memperkaya wawasan sivitas akademika serta mendorong lahirnya riset dan gagasan kebijakan yang berpihak pada pengurangan ketimpangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan di :