Rembug Tata Ruang Warga Jateng: Sinergi Akademisi, Industri, dan Masyarakat Menuju Zero Stunting

Semarang, 20 Desember 2025 — Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Rembug Tata Ruang Warga Jateng: Kolaborasi Profesional untuk Jawa Tengah yang bertempat di Hotel KHAS Semarang. Forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan perencana, akademisi, pelaku usaha, serta unsur masyarakat dalam membahas isu-isu kunci pembangunan Jawa Tengah secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Sesi Diskusi 4 Panel #2 dengan tema “Sistem Pangan Berkelanjutan: Perwujudan Zero Stunting.” Diskusi ini menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni Ratna Kusumaningrum dari Rikolto Indonesia, Bastian Zeller dari Nutrifood, serta Femega Dian Putrianti dari TP PKK Semarang Barat, dengan moderator Clarrrio Dimassetya dari Pengurus IAP Jawa Tengah. Para panelis menekankan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek gizi, tetapi juga erat dengan tata ruang, akses pangan sehat, pola konsumsi, serta penguatan peran keluarga dan komunitas.

Dari kalangan akademisi, Program Studi Ekonomi Universitas Diponegoro (UNDIP) turut berkontribusi dalam forum tersebut. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, stunting dipandang sebagai persoalan multidimensi yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, dan daya saing daerah. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu memperkuat integrasi antara kajian ilmiah, perencanaan wilayah, dan perumusan kebijakan publik berbasis data.

Melalui kegiatan ini, IAP Jawa Tengah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam upaya mewujudkan zero stunting di Jawa Tengah. Pembangunan berkelanjutan tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas generasi yang dihasilkan. “Ketika ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan kolaborasi lintas sektor berjalan seiring, maka masa depan yang sehat, inklusif, dan berdaya saing bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat dicapai bersama.”

Bagikan di :