Brebes, 30–31 Juli 2025 – Empat dosen Program Studi Ekonomi Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Studi Ekonomi Pembangunan Brebes”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Baperlitbangda Kabupaten Brebes dan PT Tirta Utama Jawa Tengah, dengan ketua tim Prof. F.X. Sugiyanto. Pada 30 Juli, tim melakukan pertemuan dengan Bapak Anjas dari bidang Ekonomi, Infrastruktur Wilayah, dan SDA, serta Bapak Catur Raharjo Febrayanto dari Baperlitbangda Brebes.
Diskusi membahas permasalahan BUMDes dan koperasi yang umumnya beroperasi dalam kondisi “hidup segan mati tak mau”. Sebagian besar BUMDes bergerak di usaha simpan pinjam, sering mengalami kredit macet karena kurangnya kesadaran membayar, lemahnya manajemen, minimnya rasa memiliki, ketiadaan sanksi administratif, serta rendahnya tanggung jawab pengelola. Banyak usaha dagang yang tutup dan bantuan bergulir ternak yang gagal mengembangkan ekonomi masyarakat akibat pola pikir bantuan sesaat.
Setelah dari Baperlitbangda, tim melanjutkan kunjungan ke Fitri Sulistianingsih, SE, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dispermades Brebes, yang merupakan alumni Prodi Ekonomi UNDIP. Dalam diskusi, beliau memaparkan kondisi BUMDes di Brebes yang dikelompokkan dalam empat tingkatan: perintis, pemula, berkembang, dan maju.
Dari ratusan BUMDes yang ada, sebagian besar masih berada di tahap awal, dengan hanya sedikit yang mencapai kategori berkembang dan baru ada 2 Kategori BUMDes yang masuk dalam kategori maju. BUMDes di Brebes umumnya menjalankan unit usaha simpan pinjam, perdagangan, atau jasa, dengan tujuan menggerakkan perekonomian desa dan menambah PAD desa. Namun, tantangan seperti manajemen usaha, pengelolaan dana, dan partisipasi masyarakat masih menjadi hambatan utama untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan BUMDes.
Pada 31 Juli, tim bertemu dengan Sapto Aji Pamungkas, Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kabupaten Brebes. Pertemuan ini membahas prospek dan kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brebes, yang merupakan model koperasi desa berbasis kebersamaan dan gotong royong untuk memperkuat ekonomi perdesaan.
Meskipun memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi lokal, pelaksanaannya masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari keterbatasan manajemen hingga kendala operasional. Ke depan, rencananya akan dilakukan tahapan pengabdian lanjutan yang fokus pada pendampingan BUMDes di Brebes, dengan tujuan memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas pengelola, dan mendorong kemandirian ekonomi desa.






