Forum Kajian Turbulensi UNDIP Angkat Isu Epistemologi dan Hipotesis Nol dalam Ilmu Sosial

Semarang, 14 November 2024 — Forum Kajian Turbulensi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) kembali menghadirkan diskusi ilmiah berkualitas melalui gelaran bertajuk “Hipotesis Nol dalam Ilmu Sosial”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi di Ruang Sidang Gedung C FEB UNDIP ini menghadirkan narasumber utama Guru Besar Ekonomi UNDIP, Prof. FX Sugiyanto, yang dikenal luas atas kontribusinya dalam metodologi riset ekonomi dan pemikiran filsafat ilmu.

Dalam pemaparannya, Prof. Sugiyanto menekankan bahwa hipotesis nol (H₀) bukan sekadar prinsip dalam statistik, melainkan fondasi epistemologis penting yang menentukan cara peneliti memahami kebenaran ilmiah. Menurutnya, perkembangan pengetahuan dalam ilmu sosial tidak dapat dilepaskan dari perdebatan antara rasionalisme dan empirisme, yang masing-masing memberikan sumbangan penting dalam proses deduksi dan observasi. “H₀ harus dipahami sebagai asumsi awal ‘tidak ada pengaruh’ yang menjadi titik tolak penyelidikan ilmiah. Dari situlah kita membangun argumentasi deduktif dan membuktikannya secara empiris,” ujarnya.

Prof. Sugiyanto juga mengulas bagaimana konsep Justified True Belief (JTB) membentuk kerangka pengetahuan ilmiah yang bertumpu pada keyakinan yang benar dan terjustifikasi. Ia menyoroti peran logika deduktif, induktif, serta sintesis Kantian dalam membangun pemahaman ilmuwan terhadap realitas sosial yang bersifat probabilistik. “Ilmu sosial tidak bekerja dengan kepastian mutlak seperti ilmu eksakta. Karena itu, interpretasi terhadap hasil yang signifikan atau tidak signifikan harus ditempatkan dalam konteks probabilitas, bukan dalam dikotomi benar atau salah,” jelasnya.

Lebih jauh, diskusi juga menyinggung persoalan metodologis yang kerap muncul dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, termasuk kesalahan umum dalam merumuskan hipotesis alternatif, kecenderungan salah menggunakan istilah ‘diterima–ditolak’, hingga perlunya kehati-hatian dalam menafsirkan hasil uji statistik yang bertentangan dengan teori. Prof. Sugiyanto mendorong peneliti muda agar tidak terjebak dalam pendekatan mekanis, melainkan menghayati kembali logika ilmiah di balik setiap pengujian hipotesis.
Acara ini dihadiri oleh dosen, peneliti, mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari ilmu ekonomi dan juga berbagai bidang ilmu sosial yang antusias mengikuti materi hingga akhir. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait validitas ilmiah, epistemologi, hingga implikasi praktis dalam penelitian terapan. Serta makna filosofisnya pd kehidupan sehari-hari. Kehadiran forum ini kembali menegaskan komitmen FEB UNDIP untuk memperkuat tradisi akademik berbasis kajian filosofis, metodologis, dan empiris yang saling melengkapi.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Forum Kajian Turbulensi semakin menegaskan perannya sebagai ruang intelektual yang mendorong lahirnya pemikiran kritis dan reflektif di lingkungan akademik UNDIP, sekaligus memberi kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas penelitian sosial di Indonesia.

Bagikan di :