Penguatan Kualitas Skripsi Mahasiswa IESP, UNDIP Luncurkan Pembaruan Pedoman dalam Acara Sarasehan Capacity Building di Pangandaranv
Pangandaran, 2 Agustus 2025 – Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) menggelar kegiatan Capacity Building Program selama tiga hari di Pangandaran, Jawa Barat. Salah satu agenda penting adalah Sarasehan Capacity Building yang digelar di Hotel Horison Palma Pangandaran. Tidak hanya menjadi wadah refleksi dan penguatan internal, tetapi juga menghadirkan momen strategis untuk menyampaikan arah baru terkait penyusunan skripsi mahasiswa. Acara ini dirancang sebagai momen penguatan internal, peningkatan sinergi sivitas akademika, serta penegasan kembali komitmen Departemen IESP dalam meningkatkan kualitas lulusan, terutama dari aspek penulisan skripsi.
Dalam sesi inti Sarasehan Capacity Building yang berlangsung di Meeting Room Hotel Horison Palma Pangandaran, dihadiri oleh dosen dan tenaga pendidik departemen. Sesi ini menjadi ruang dialog terbuka yang produktif. Salah satu topik utama yang disorot adalah rencana strategis penyempurnaan sistem penulisan dan bimbingan skripsi mahasiswa IESP. Mencakup tiga poin penting :
Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan bahwa akan segera dilakukan perbaikan terhadap pedoman skripsi mahasiswa, meliputi tiga hal krusial:
1. Perbaikan Pedoman Skripsi
Pedoman yang selama ini digunakan akan dirombak agar lebih responsif terhadap perkembangan metodologi, teknologi data, dan kebutuhan riil dunia kerja. Skripsi diharapkan tidak hanya menjadi karya tulis formal, tetapi juga menjadi produk ilmiah yang berdampak langsung pada masyarakat atau kebijakan.
2. Timeline Bimbingan Lebih Terstruktur dan Ketat
Dalam upaya meningkatkan efektivitas proses bimbingan, IESP akan menerapkan sistem monitoring berkala dan jadwal yang lebih disiplin. Mahasiswa akan didorong untuk menyelesaikan skripsi dalam kurun waktu optimal, sementara dosen akan difasilitasi untuk mengawal proses bimbingan dengan lebih terarah.
3. Fokus pada Outcome, Tidak Hanya Output
Salah satu perubahan paradigma utama yang ditanamkan adalah pergeseran fokus dari sekadar menyelesaikan skripsi sebagai output, menjadi outcome yang jelas dan terukur. Artinya, skripsi bukan hanya dokumen formal, tetapi juga harus memiliki nilai kebermanfaatan—baik dalam bentuk publikasi, aplikasi digital, kebijakan ekonomi lokal, atau solusi konkret atas permasalahan masyarakat.
Dengan suasana yang cair namun penuh makna, sarasehan ini menjadi ajang refleksi dan konsolidasi seluruh elemen akademik di IESP. Banyak masukan disampaikan dari para dosen terkait kendala dan harapan terhadap sistem skripsi selama ini. Harapannya, perubahan ini tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga membawa IESP lebih progresif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Skripsi adalah ruang pembuktian intelektual mahasiswa, bukan sekadar syarat lulus. Maka prosesnya harus bermutu, sistematis, dan berdampak,” ujar Prof. FX Sugiyanto, Guru Besar Ekonomi UNDIP
Acara ini menjadi momen penting bagi seluruh civitas akademika IESP FEB UNDIP untuk menyatukan visi dalam peningkatan mutu pendidikan. Melalui suasana informal namun sarat makna di Pangandaran, para dosen tidak hanya mempererat keakraban, namun juga menyepakati langkah-langkah nyata untuk mendorong kualitas akademik yang lebih baik.
Selain sarasehan, rangkaian kegiatan Capacity Building yang dilaksanakan mulai 1–3 Agustus 2025 ini juga mencakup wisata edukatif ke Grand Canyon Pangandaran, fun games, dan program kebersamaan yang dirancang untuk mempererat ikatan antar dosen dan tenaga kependidikan.
Acara ini dipandang berhasil menciptakan suasana kolaboratif yang sehat, serta menjadi titik tolak perubahan yang lebih baik di lingkungan akademik IESP. Ke depan, Departemen IESP FEB UNDIP berkomitmen untuk terus berbenah dalam menciptakan atmosfer pendidikan yang berkualitas dan berdampak.