Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah: Dr. Hapsari Paparkan Riset Program MBG di Workshop ISEI dan BPPK Kemenkeu

Bertempat di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan RI, workshop yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Pusat menjadi ajang penting bagi diseminasi hasil riset kebijakan publik, khususnya terkait implementasi program MBG di Indonesia. Dalam forum akademik tersebut, Hapsari Ayu Kusumawardhani yang merupakan dosen Program Studi Ekonomi di Universitas Diponegoro hadir sebagai narasumber utama dan memaparkan hasil riset kolaboratif bersama ISEI. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari peneliti, akademisi, hingga perwakilan lembaga pemerintah.

Riset yang dilakukan oleh tim ISEI bersama Dr. Hapsari berfokus pada implikasi program MBG di tiga provinsi di Indonesia. Penelitian ini menyoroti bagaimana implementasi program berjalan di tingkat sekolah dengan melibatkan guru dan murid sebagai aktor utama. Proses penelitian dilakukan secara komprehensif, dimulai dari pengumpulan data sekunder, dilengkapi dengan data primer lapangan, hingga wawancara mendalam. Selain itu, dilakukan pula analisis komparatif antarwilayah guna mengidentifikasi variasi implementasi serta tantangan yang dihadapi di masing-masing daerah.

Workshop dibuka oleh Hermanto Siregar selaku Ketua Bidang Pengembangan Akademik dan Riset PP ISEI, yang menekankan pentingnya inovasi metodologi dalam penelitian ekonomi kebijakan. Dalam sambutannya, beliau menyoroti perlunya pendekatan riset yang adaptif untuk mengevaluasi efektivitas program pemerintah di daerah. Selanjutnya, Bambang Juli Istanto selaku Sekretaris BPPK Kementerian Keuangan RI menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pemerintah merupakan kunci dalam memperkuat kualitas analisis kebijakan publik, khususnya dalam menghasilkan rekomendasi yang berbasis bukti.

Pada sesi utama workshop, Dr. Hapsari memaparkan pendekatan metodologi yang digunakan dalam penelitian serta hasil temuan awal terkait implementasi program MBG di sekolah. Paparan ini memberikan gambaran mengenai berbagai tantangan di lapangan sekaligus peluang perbaikan kebijakan ke depan. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif, adaptif, dan tepat sasaran, terutama dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan buka puasa bersama sebagai simbol penguatan jejaring akademik lintas institusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan peneliti semakin kuat dalam mendukung pembangunan berbasis riset. Semangat kolaborasi dan kontribusi nyata seperti ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten—teruslah berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Bagikan di :