Semarang – Jubakti Anggoro, mahasiswa Program Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui partisipasinya dalam International Conference – Marine Litter Prevention and Sustainable Practices towards a Circular Economy (MARLISPACE 2026) yang diselenggarakan pada 6–7 Maret 2026 di Nha Trang, Vietnam.
Konferensi internasional ini mempertemukan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan berbagai pendekatan inovatif dalam pencegahan sampah laut serta pengembangan praktik berkelanjutan menuju ekonomi sirkular. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah terkait pengelolaan sampah laut, teknologi pengolahan limbah, tata kelola lingkungan, hingga strategi pembangunan pesisir yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Jubakti mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Plastic Waste Management in Karimunjawa Small Island Marine Protected Area: Fast Pyrolysis and Governance Integration.” Penelitian ini mengkaji persoalan sampah plastik di kawasan Karimunjawa, sebuah Marine Protected Area (MPA) di Jawa Tengah yang menghadapi tekanan lingkungan akibat meningkatnya aktivitas pariwisata serta keterbatasan sistem pengelolaan sampah di wilayah pulau kecil.
Melalui pendekatan integratif, penelitian tersebut menyoroti pentingnya penggabungan teknologi fast pyrolysis sebagai solusi pengolahan sampah plastik dengan penguatan tata kelola serta partisipasi masyarakat lokal. Model ini diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif di wilayah pulau kecil yang rentan terhadap pencemaran laut.
Partisipasi Jubakti dalam konferensi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena berhasil membawa isu pengelolaan sampah plastik di Indonesia ke dalam diskursus akademik global. Kehadirannya tidak hanya menunjukkan kualitas mahasiswa FEB Undip di forum ilmiah internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi Indonesia dalam upaya global mengatasi permasalahan marine litter dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Selain sebagai mahasiswa, Jubakti juga dikenal aktif sebagai asisten peneliti dan asisten profesor dalam berbagai kegiatan riset yang berfokus pada isu sustainability dan blue economy. Keterlibatannya dalam berbagai tim penelitian menunjukkan komitmennya sebagai generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baginya, kesempatan untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional ini merupakan pengalaman akademik yang sangat berharga, sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring ilmiah global.
“Konferensi ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mempresentasikan penelitian mengenai pengelolaan sampah plastik di kawasan pulau kecil Indonesia. Saya berharap gagasan yang saya bawa dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan solusi berkelanjutan dalam penanganan sampah laut, sekaligus memperkaya proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain rangkaian presentasi ilmiah dan diskusi akademik selama konferensi berlangsung pada 6–7 Maret 2026, para peserta juga mengikuti kegiatan city tour pada 8 Maret 2026 di kota pesisir Nha Trang sebagai bagian dari program interaksi budaya serta jejaring internasional antar peneliti.
Keikutsertaan Jubakti dalam konferensi internasional ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di Universitas Diponegoro. Penelitian yang dipresentasikan mendapat bimbingan dari Prof. Dra. Indah Susilowati, M.Sc., Ph.D., sementara dukungan kelembagaan diberikan oleh Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Partisipasi ini juga memperoleh dukungan pendanaan melalui Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro dalam skema Students Go International (SGI) yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam forum akademik internasional.
Kehadiran mahasiswa FEB Undip dalam forum global seperti ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Diponegoro dalam mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing internasional, memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi masyarakat.





