Dosen Ekonomi Undip Soroti Persaingan Pasar Pangan Global dalam Forum BRICS di Kairo

Kairo, 5 Februari 2026 – Dosen Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Esther Sri Astuti, Ph.D., berpartisipasi dalam forum BRICS Working Group for the Research of Competition Issues in Food Markets yang digelar pada 4–5 Februari di Kairo, Mesir. Dalam forum internasional tersebut, beliau membahas tema strategis “Sustainability and Competition Issues in Global Food Market”, yang menyoroti keterkaitan antara keberlanjutan sistem pangan global dan dinamika persaingan usaha di pasar komoditas pangan. Forum ini diselenggarakan oleh International BRICS Competition Law and Policy Centre of the Higher School of Economics (BRICS Competition Centre) bersama Egyptian Competition Authority, dan menghasilkan kesepakatan penting untuk meluncurkan analisis bersama sektor gandum (grain sector) berdasarkan laporan akademik BRICS Competition Centre.

Dalam diskusi tersebut, Esther Sri Astuti, Ph.D. menekankan bahwa tantangan pasar pangan global tidak hanya berkaitan dengan struktur pasar dan potensi praktik anti-persaingan, tetapi juga dengan isu keberlanjutan (sustainability), ketahanan pangan, serta dampak perubahan iklim terhadap stabilitas harga dan distribusi komoditas. Ia menyoroti pentingnya desain kebijakan persaingan yang mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi pasar, perlindungan pelaku usaha kecil, dan keberlanjutan rantai nilai pangan global. Sementara itu, Alexey Ivanov, Director of the BRICS Competition Centre, memaparkan kerangka konseptual studi mendatang yang akan menelaah perdagangan gandum global secara mendalam, termasuk risiko dan potensi kerugian akibat dominasi pelaku besar perdagangan global.

Otoritas persaingan usaha negara-negara BRICS didorong untuk mengambil peran lebih aktif dan terkoordinasi, mulai dari studi pasar bersama, langkah anti-kartel, hingga inisiatif pembentukan platform gandum BRICS guna menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil dan tangguh. Dari sisi Indonesia, Fanshurullah Asa selaku Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam studi bersama ini. Transparansi pasar juga menjadi sorotan utama, terutama di tengah perubahan iklim yang menggeser dinamika kelangkaan dan ketersediaan pangan. Selain itu, inisiatif pengembangan platform digital berbasis Artificial Intelligence (AI Agent) untuk pertukaran data antar-otoritas persaingan mendapat dukungan luas sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama dan meminimalkan asimetri informasi dalam investigasi lintas negara.

Momentum penting lainnya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara St. Petersburg International Mercantile Exchange dan Egyptian Mercantile Exchange sebagai langkah awal menuju pembentukan BRICS Grain Exchange. Kolaborasi ini diharapkan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan transparansi, mengurangi dominasi kartel global, serta memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan negara-negara BRICS. Partisipasi Esther Sri Astuti, Ph.D. dalam forum ini menunjukkan kontribusi nyata akademisi Indonesia dalam diskursus global mengenai tata kelola pasar pangan yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi, integritas ilmiah, dan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pangan dunia yang lebih tangguh dan inklusif.

Bagikan di :