Dosen Ekonomi Undip Berkontribusi dalam TICEMBA 2025, Bahas Isu Kemiskinan dan Tata Kelola Ekonomi ASEAN

Magelang, 30 Oktober 2025 — Dua dosen Ekonomi Universitas Diponegoro, Maulana Ghani Yusuf, S.Si., M.E. dan Tangguh Pratysto, S.E., M.S.E., berpartisipasi aktif dalam Tidar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (TICEMBA) 2025, sebuah konferensi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Tidar. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar dan melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.


Konferensi dibuka pada sesi 09.45–10.15 oleh Keynote Speaker Mr. Hersindaru Arwityo Ibnu Wisoho Wahyutomo, Duta Besar Finlandia dan Estonia, yang menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dilanjutkan pada sesi 10.15–10.45, Mr. Damar Prasetyono, Wali Kota Magelang, memaparkan strategi penguatan ekonomi daerah. Pada sesi 10.45–11.30, Assoc. Prof. Norlida Hanim Mohd Salleh dari Universiti Kebangsaan Malaysia memberikan perspektif akademik mengenai dinamika ekonomi kawasan. Sesi selanjutnya 11.30–12.15 menghadirkan Dr. Dominic Mahon dari University of Surrey yang membahas isu-isu kontemporer dalam ekonomi global.


Dalam rangkaian Parallel Sessions, kedua dosen Undip tersebut turut menjadi pemakalah pada bidang kajian masing-masing. Maulana Ghani Yusuf, S.Si., M.E. mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Rethinking Social Assistance and Inequality in Addressing Poverty in Central Java”, yang mengkaji kembali efektivitas bantuan sosial dan ketimpangan dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah. Sementara itu, Tangguh Pratysto, S.E., M.S.E. menyampaikan penelitian berjudul “Governance and Unemployment in ASEAN: The Roles of Political Stability and Rule of Law”, yang menganalisis pengaruh stabilitas politik dan kualitas tata kelola terhadap tingkat pengangguran di negara-negara ASEAN.


Kehadiran kedua dosen Undip dalam TICEMBA 2025 mencerminkan komitmen untuk memperkuat kontribusi akademik, memperluas jaringan ilmiah internasional, serta memperkaya diskursus mengenai isu-isu ekonomi regional dan global.

Bagikan di :