Semarang 17 November 2025. Suasana ruang Gedung Hall C dipenuhi oleh mahasiswa yang antusias menghadiri Uji Publik Pemira DESC 2025, sebuah rangkaian penting dalam proses demokrasi mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dua kandidat dari angkatan Ekonomi 2024, Kania (Calon 1) dan Syafa (Calon 2), tampil untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka di hadapan panelis dan peserta.
Acara dimulai dengan sesi pemaparan program masing-masing calon. Para peserta tampak menyimak dengan seksama saat layar menampilkan poin-poin strategis yang disampaikan oleh kandidat. Suasana ruang yang tertib, tata cahaya auditorium, serta antusiasme peserta membuat kegiatan berjalan dinamis dan interaktif.

Kania (Calon 1): Penekanan pada Penguatan Kolaborasi dan Efisiensi Program
Calon pertama, Kania, memaparkan gagasannya dengan gaya yang tegas dan terstruktur. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kolaborasi antardivisi dalam DESC, serta optimasi program kerja yang berorientasi pada kemanfaatan mahasiswa.
Dalam paparannya, Kania menekankan beberapa poin strategis:
- Penguatan sinergi internal untuk memastikan program berjalan efektif.
- Transparansi pengelolaan kegiatan dan informasi, agar setiap anggota dapat berpartisipasi secara aktif.
- Program-program pemberdayaan mahasiswa yang menekankan pengembangan skill dan keterlibatan aktif dalam kegiatan kampus.
Pemaparan Kania mendapat respons positif dari audiens, terutama ketika masuk pada sesi tanya jawab panelis yang menekankan implementasi dan keberlanjutan program.
Syafa (Calon 2): Fokus pada Inovasi Digital dan Penguatan Ruang Aspirasi
Sebagai Calon 2, Syafa tampil dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan inovatif. Dalam sesi pemaparan, ia mengusung tema besar mengenai pentingnya inovasi berbasis digital dalam organisasi mahasiswa.
Beberapa gagasan utama yang disampaikan Syafa antara lain:
- Digitalisasi sistem informasi kegiatan untuk memudahkan akses informasi bagi seluruh mahasiswa.
- Penciptaan ruang aspirasi yang lebih inklusif, baik secara luring maupun daring.
- Penguatan program kreatif dan pengembangan komunitas, sebagai wadah aspirasi minat dan bakat mahasiswa Ekonomi.
Dalam sesi panel discussion, Syafa menegaskan bahwa modernisasi proses organisasi merupakan langkah penting agar DESC semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa generasi sekarang.
Dari kursi peserta, tampak mahasiswa memperhatikan dengan saksama setiap paparan yang disampaikan. Panelis memberikan pertanyaan mendalam mengenai implementasi visi, kesiapan kepemimpinan, hingga simulasi pengambilan keputusan.
Kedua calon mampu menjawab pertanyaan dengan argumentasi masing-masing, memperlihatkan kualitas dan karakter kepemimpinan yang berbeda namun sama-sama kuat.
Beberapa momen menarik terjadi ketika peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada kedua calon, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggali lebih jauh komitmen dan rencana kerja masing-masing kandidat.
Uji publik ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Pemira DESC 2025, menunjukkan bagaimana proses demokrasi mahasiswa berjalan dengan sehat, transparan, dan aspiratif.
Keduanya, baik Kania sebagai Calon 1 maupun Syafa sebagai Calon 2, berhasil menyampaikan gagasan mereka dengan karakteristik dan fokus visi yang berbeda. Kini, penentuan sepenuhnya berada di tangan mahasiswa sebagai pemilih.
Dengan antusiasme yang tinggi dan dinamika diskusi yang hidup, Pemira DESC 2025 diharapkan menghasilkan pemimpin terbaik bagi keberlanjutan organisasi.





